'Mbayar Utang' is The Golden Stop Motion

" an absurd masterpiece" - Hamba Allah

Salah seorang penonton memberikan testimoni seperti itu setelah menonton stop motion terbaik di tahun lalu dan tahun-tahun yang akan datang ini. Nggak ada acara penghargaan yang nggak mencantumkan judul ini sebagai nominasinya. Setiap orang yang nonton pasti bakalan tercengang,kaget,kagum, feeling twisted, mulut berbusa dan berbagai komplikasi lainnya. 'JENIUS' mungkin adalah kata yang sering diucapkan saat dan setelah nonton ini (selain kata kampret tentunya). Begitu selesai menonton stop motion ini, kamu tidak akan henti-hentinya menyebut kata mbayar utang. "eh gw belum mbayar utang ke elu nih" , "anjrit, kucing gw lagi hamil muda abis mbayar utang sama kucing tetangga", dan masih banyak lagi contohnya.

HAVE YOU EVER HEARD ABOUT STOPMOTION CALLED 'MBAYAR UTANG' ?

Apa ? kalian nggak tau ? beneraan? sumpeh lo ? susu tumpeh di muke lo ?!

WHERE HAVE YOU BEEN ALL ALONG ? SERIOUSLY .. YOU MUST SEE THIS FOOKING MASTERPIECE !

ini saya kasih spoiler cover depan-belakang stop motion ter-duaahsyaat se-padukuhan Kuncen RT 07/ RW 25 :


front-back cover Mbayar Utang

Kurang fenomenal apalagi coba? simple sih cuma item putih doang. but look, look inside closely, you'll find nothing a peace setelah kamu melihat cover ini *ngaco*

dari sinopsis (yang entah itu bisa dikatakan sinopsis atau bukan) di belakang cover udah bisa dipastikan kalo stop motion ini dominan sampah filososfis nya dalem banget. coba kita uraikan :
 
Pernahkah kamu memiliki hutang ? atau pernahkah kamu membuat orang lain berhutang?”

Dari kalimat tanya tersebut sudah jelas bahwa hutang ada diantara kita dan mau tidak mau kita memang hidup bersamanya.Hutang bukan melulu soal uang sih, bisa soal rasa,bahagia,pajak jadian,janji manis,makan-makan ulang tahun,pakaian dalam,bahkan nyawa, yaaah walaupun di stop motion ini ceritanya mengarah ke uang. Secara sadar atau tidak sadar hutang itu melingkar di setiap jiwa dan raga semua orang. Kita hidup saja itu termasuk hutang kepada Tuhan, kita berhutang kepadanya dan membayar hutang tersebut dengan cara beribadah dan melakukan kebaikan di setiap napak tilas hidup kita (efek abis baca majalah Hidayah). Jangan pernah lupa kawanku yang berbahagia. Hutang, hutang everywhere!



Rasakan sensasinya bilamana suatu saat hari pembayaran itu tiba, hari dimana seonggok pilihan itu hadir .. Akankah engkau membayarkan apa yang seharusnya kau bayarkan? Dan seseorang datang kepadamu menagih sesuatu, apa yang kamu katakan? Apa yang engkau hujamkan agar terselamatkan?

Super banget lah bahasanya, lagi "high" kali ini yang nulis. So,Hari pembayaran disini jelas adalah hari dimana kamu harus membayar hutang kamu. Sensasinya juga macem-macem kan kalo pas kamu lagi bisa bayar atau pas nggak bisa bayar hutang tersebut. Adrenalin kamu dipaksa buat terpacu,bukan cuma dalam melodi, tapi juga terpacu untuk memberikan rangsangan ke otak kamu biar kamu bisa selamat dari hari pembayaran tersebut. Ada beberapa pilihan yang tersedia, kamu mau langsung bayar dan masalah selesai (pas kamu bisa bayar) atau kamu cari cara lain buat menyelamatkan kepala,pundak,lutut,kaki dan kredibilitas kamu? That’s your choice,dude!

Di cover bagian depan juga ada beberapa kalimat yang kalo ditelisik ((telisik)) dapat diambil dari sudut pandang diri sendiri :

Ketika kamu merasa memiliki hutang, ataukah kamu yang harus menagihnya

Ini sebuah pertanyaan tanpa tanda tanya yang menuntut untuk melihat diri kita sendiri, refleksi diri terhadap situasi yang sedang terjadi. Kita diperlihatkan memiliki hutang, lalu kita harus melakukan apa jika kita punya hutang tersebut? Memang seharusnya hal yang paling baik dan menyelesaikan masalah adalah membayar hutang tersebut. But, life isn’t that simple,right? Buat beberapa orang memang berhutang adalah jalan terbaik, namun kalimat diatas juga menunjukkan bahwa akan lebih baik jika kita berhutang, pastikan sudah segera terbayar. Maksudnya, kalo memang mau berhutang sebaiknya udah punya visi (dan niat, of course) buat bayarnya juga. Terus kita dihadapkan pada realita bahwa orang lain berhutang pada kita. Sikap kita semestinya harus bagaimana? mungkin kalo belum membutuhkan timbal baliknya nggak apa-apa, tapi kalo pas lagi genting dan butuh banget, mau nggak mau kita nagih hutang itu. Berharap si penghutang ini membayar hutang tersebut pastinya. Sama-sama enak lah gitu, give and take istilahnya.

Setelah kita melewati sesi sok serius filosofis diatas, saya ajak lagi buat refreshing dan pergi tamasya ke binaria. Balik lagi ke stop motion Mbayar Utang aja daripada kamu kebanyakan mikir nanti ndak umep palanya. ( ndak umep palanya = your head is feeling boiled ).

SINOPSIS

Disini cerita utamanya sih simple, ya soal mbayar utang. Ada sesosok mahkluk hidup yang datang menagih hutang (disini diceritakan utang pulsa sih) kepada sesosok mahkluk hidup lain yang kepalanya seperti jamur. Si orang yang pertama, (kita sebut saja Goku karena mirip sama Bezita) menagih utang pulsa selama liburan semester kemarin *tidak disertakan dalam subtitle*. Namun, si Jamur (karena emang kepalanya seperti jamur yang biasa kita temui di game retro jaman dulu) mengelak dan menyatakan bahwa dirinya palanya kayak pukon sudah membayar hutang tersebut. Si Goku yang merasa belum menerima sepeser uang dari Jamur pun marah dan sangat ingin pulang untuk mandi kembang menantang si Jamur untuk bertarung. Tersulut emosinya, si Jamur menerima tantangan battle dari Goku, bukan lewat adu battle dance .. Namun apa yang terjadi, seketika si Jamur mengeluarkan aura kayak di film DragonBall pas berubah jadi Super Saiya. Disini pake efek video editor dikit biar ada ‘sengeet sengeeeet’ nya (baca:listrik) kayak remaja kekinian dan berubah menjadi raksasa. Si Goku yang melihat hal tersebut kaget sekaget-kagetnya kayak cewek nge gep pacarnya belanja BH buat pacarnya yang lain.



Jamur yang semakin membesar (jamur lho ya ..) membuat Goku ketakutan. Goku akhirnya membatalkan niat mulianya untuk mentraktir mbak pacar setelah mendapatkan uang dari si Jamur di Angkringan Mas Yanto. Di akhir scene diperlihatkan senyum licik yang menyeringai dari setengah wajah si Jamur, kalian pasti tau maksudnya :) dan selesai.



Mbayar Utang ini sebenernya adalah realisasi akademik dari sebuah mata kuliah Animasi , yakni mata kuliah Animasi.Dibuat oleh 3 orang mahasiswa; Ryan Apriyanto, Evan Kurniawan, dan saya sendiri. Syukurlah nilai yang didapatkan begitu memuaskan, gimana enggak? kan ini stop motion sepanjang masa yang mesti masuk nominasi Oscar dan Golden Globe Awards. Kalo dari segi gambar, visualisasi 2 dimensi, karena pengerjaan nya masih manual di papan tulis. Dari segi penyampaian cerita saya pake subtitle, jadi nggak ada pengisi suara buat aktornya, subtitle nya bahasa jawa juga hehe. Penasaran saya ngoceh daritadi ? 

Karena saya baik hati dan kalo mau tidur cuci kaki, niiih saya kasih link film nya. semoga sukses dan jangan lupa kalo makan dikunyah 33x biar alus kaya putri raja. Setelah nonton ini jangan salahkan saya jika Mbayar Utang terngiang ditelinga kalian dan menjadi bianglala di kehidupan kalian. Dan kalo menang di penghargaan manapun jangan heran, cukup saya aja yang heran.

Link : https://www.youtube.com/watch?v=rBal2hCnL3Q&feature=youtu.be

selamat menikmati sampai berjumpa di postingan berikutnya. Cyaoooooo !!

'Hello World' for The Thousand Times

Judul tersebut mewakili salam sapa saya untuk yang ke-sekian kalinya. Memulai perkenalan tanpa beban (lagi nggak sambil nguli soalnya pas nulis ini) dan tanpa prasangka yang harus dibawa kemana-mana (mau kemana juga?). Kalo ada yang tanya kenapa saya buat blog ini ya karena saya ingin pamer.

 "Songong banget sih ni bocah, pengen gua dadar pake telor pake nasi pake kecap pake sayur lodeh tanpa garem!" iyaaa, saya cuma pengen pamer, saya bisa bikin blog punya cerita, punya karya, yah walaupun nggak serta merta membuat orang lain mengerti dan suka, tapi saya bikin cerita sama karya juga buat saya sendiri, i didn't ask your opinion soal itu -__- . Saya bukan nggak mau ndengerin usul gitu aja, waktu kecil saya udah dapet Pkn yang ngajarin kalo hasil musyawarah didapat setelah mencapai mufakat *rada ngaco sih* , maksudnya saya bukan tipe orang yang keras kepala dan tebel muka tebel pantat buat berdiskusi dan mendengarkan kritik yang membangun, apalagi kritik kentang.

Kriuuuuk!

Balik lagi ke pamer tadi. iya saya disini cuma mau pamer.These days, orang-orang emang suka pamer kan? tau kan media sosial ? naah, hampir semua, bahkan sebagian besar manusia modern jaman sekarang menggunakan media sosial, entah tujuannya apa itu terserah mereka. Tapi yang pasti, pamer adalah salah satu agenda yang tersirat dari akun media sosial itu sendiri, contohnya deh, kamu lagi bimbang *oke .. itu kata yang oldskoooool banget untuk jaman sekarang* yang kita sekarang menyebutnya sebagai galau, terus kamu ngetwit "duh pucyiing pala prinsesss, abis putus sama pacyaar, naik ombak banyu 7x kena overlap lagi" .... mungkin maksudnya ngasih informasi yaaa walaupun nggak penting-penting amat .. tapi itu termasuk kategori pamer tapi masih tingkat yang belum substansial *mampus apaan tuh*, soalnya pamermu antara pamer kalo kamu abis putus biar bisa digodain abang-abang pemutar ombak banyu, atau kamu yang mupeng sambat kalo kamu naik ombak banyu pusing muntah-muntah keluar anaconda.

Terus yang lagi ngetrend sedekade terakhir ini apalagi kalo bukan upload foto ke media sosial, mau itu selfie, foto bareng pacar, bareng mantan, mantannya pacar, atau foto KTP yang ilang pas minjem kaset di rental. Itu foto terus di upload biar semua orang tau, kalo pengaruh buat banyak orang mah nggak apa-apa, tapi kalo cuman orang lain tau kamu makan di jonggol dimana itu namanya juga pamer kan, kecuali kamu bawain makan atau sekedar bawain waitress nya yang cantique buat oleh-oleh hehehe.

Naah, pamer berarti relatif ! tergantung itu berguna bagi orang lain atau enggak. Nggak munafik juga kalo saya memang seperti itu. Kita nggak jauh beda, kamu aku mereka sama, suka pamer, ingin diberi atensi lebih, nggak sepenuhnya salah .. it's fuzzy. Kita sama, satu dengan yang lainnya, kenapa harus saling membedakan mana yang benar dan yang paling benar? We're just the same, one and others.

udah cocok kayaknya nih buka seminar nasional kalo omongannya gini.

Okay, perkenalan yang cukup ngaco, ngomongin apa melipirnya kemana haha maaf suhu-suhu sekalian. perkenalan kita akan berlanjut sembari postingan blog laknat ini berikutnya. So, don't take it too seriously, let it flow and let it be (lagu kali baaaang).

Selamat datang di dunia saya, dan Hello, nama saya Hildan Elqi Ahfashy. Salam kenal ! :)

 Cyaooooo !! see you fooking soon !